SILATURAHMI YANG ILEGAL

June 12, 2008

Silaturahmi pada dasarnya dilakukan untuk menciptakan suatu hubungan persaudaraan yang erat dan terbebas dari segala dengki, dendam dan tanpa ada pamrih. Silaturahmi adalah perbuatan yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW, bahkan bagi siapa saja yang memutuskan silaturahmi maka dia bukan termasuk golongannya.

Silaturahmi sangat memegang peranan penting dalam kehidupan, hingga silaturahmi dianggap sebagai hal yang harus dilakukan oleh semua manusia, terlepas dari agama dan kepercayaan yang dianutnya. Kalau tak salah “menilai” silaturahmi adalah perbuatan yang wajib.

Pagi ini, kira-kira pukul 09.00 pagi, saya beserta guru-guru yang lainnya mengantar siswa berwisata ke Taman Bunga Nusantara. Kami menuju menuju tempat wisata dengan menumpang 8 bus. Selama perjalanan kami berusaha untuk menikmati perjanalan..namanya juga wisata.

Tapi ketika bus kami hendak masuk wilayah Cianjur menuju Sukabumi, ada suatu pemandangan yang sangat “indah” untuk diabadikan oleh ‘candid camera’. Sebuah pemandangan yang saya sebut sebagai ‘silaturahmi yang ilegal’. Kenyaman kami di bus sempat terganggu beberapa detik oleh para kenek bus yang berloncatan ke luar menuju kantor polisi secara tergesa-gesa, sambil memegang amplop putih ‘yang entah apa isi didalamnya”.

Senyum pun terkuak dari wajah para kenek ketika keluar dari kantor polisi tersebut sambil menuju bus yang dikenekinya. Ditengah engahan nafas kenek bus yang saya tumpangi, saya mencoba bertanya kepada supir ‘apa yang dilakukan oleh para kenek itu?”. Supir pun menjawab bahwa setiap bus pariwisata yang melewati kawasan ‘tertentu’ diwajibkan setor muka dengan ‘sejumlah uang’, yang kalau saya mengenalnya sejak dulu sebagai ‘salam temple (uang)”…wah kalau begini susah dong memberantas korupsi! Sebab aparatnya (pengayom dan pelindung masyarakatnya) juga ikut menarik dana illegal dari masyarakat…gimana nih, pak polisi?

You Might Also Like

1 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images