Koruptor VS si Miskin

March 25, 2008

(gambar hanya ilustrasi)

Oleh: Iwan Gunawan
(Guru SD Salman Al Farisi)

Hari ini saya melihat pemandangan yang sangat tragis di sebuah stasiun televisi swasta, dimana seorang kakek yang sudah tua renta digiring ke markas polisi dengan tuduhan “mencuri uang” yang ada di kotak amal masjid. Tidak banyak memang uang yang diambilnya, hanya sebesar Rp 20.000. Akan tetapi perlakuan kasar dan tidak senonoh dari pihak keamanan dan masyarakat yang diterima oleh lelaki tua ini, sungguh tidak sebanding dengan uang yang diambilnya.

Sementara itu, di saluran TV lain saya melihat seorang tersangka korupsi “Mantan Bupati” yang menggasak uang Negara hingga miliaran rupiah, masih sempat dan bisa tersenyum sambil melambaikan tangan ketika memasuki mobil tahanan. Tak ada perlakuan kasar dan tidak senonoh, melainkan penjagaan yang ketat dari para petugas kepolisian…sungguh sangat ironis.

Pencuri uang di masjid adalah orang miskin yang jarang makan, yang sepatutnya menjadi tanggung jawab kita untuk membantunya, sebagaimana Rosulullah mengajarkan kepada kita untuk selalu mengingat orang yang kekurangan. Rosulullah selalu bertanya disaat akan makan “adakah orang yang masih lapar di daerah ini?”. Apabila ada, maka beliau menangguhkan makannya, dan mendahulukan orang yang lapar tersebut.

Koruptor adalah pencuri uang negara, adalah orang pintar yang dengan ilmunya berusaha sekuat tenaga dan ‘menghalalkan’ segala cara untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Ia tidak pernah kekurangan makan, bahkan boleh dikata ia berlebih makan hingga perutnya menjulur ke depan. Tetapi ia tidak puas dengan hartanya, sebagaiman dikatakan Rosulullah bahwa “manusia apabila diberi satu gunung emas, maka ia akan meminta gunung emas yang kedua, apabila diberi gunung emas kedua, ia minta gunung emas yang ketiga. Sesungguhnya manusia itu tidak akan pernah puas, hingga mulutnya disumpal dengan tanah (mati)”.

Betapa Pendidikan yang ditanamkan Rosulullah telah menjadi pijakan yang sangat berarti dalam membentuk manusia yang berkarakter mulia. Manusia yang selalu menyayangi dan menyantuni yang miskin, dan membenci para pejabat korup. Benarlah apa yang disampaikan Allah kepada umatNya bahwa Rosulullah Muhammad diutus hanya untuk ‘menyempurnakan akhlak’. Karena hanya dengan manusia-manusia yang memiliki akhlak yang baik, maka dunia ini akan terasa nyaman. Percaya atau tidak? Terserah anda, tapi yang jelas Indonesia adalah negara miskin yang dipenuhi oleh “orang-orang kaya”, begitu juga sebaliknya Indonesia adalah Negara kaya yang dipenuhi oleh orang-orang miskin..tapi inilah Indonesia. (tetoolplug.blogspot.com)

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images