Pendidikan Seperti Apa Untuk Membentuk Karakter dan Moralitas Bangsa...?

December 16, 2007

Written by Administrator
Wednesday, 29 March 2006

Pelaksanaan pendidikan dipandang belum mampu membentuk dan mengembangkan kepribadian anak didik seutuhnya. Pendidikan baru sebatas berperan secara parsial, yakni dalam pengembangan aspek kognitif. Karena itu, hasil pendidikan dinilai tidak memiliki korelasi dengan sikap maupun perilaku peserta didik. Dalam posisi demikian, pendidikan dianggap tidak memberikan kontribusi yang cukup pada pembentukan karakter bangsa. Etos, integritas, disiplin, serta solidaritas sosial masyarakat secara luas dinilai rendah, Padahal karakter merupakan kunci utama bagi bangsa dalam menghadapi era global.

Otoritas pendidikan bukan tidak menyadari keadaan tersebut. Tetapi upaya untuk mengembangkan sistem pendidikan terbentur pada sebuah kenyataan bahwa aspek pengetahuan lebih dimungkinkan untuk diukur secara obyektif. Pengukuran terhadap sikap serta perilaku lebih sulit untuk dilakukan. Padahal pengukuran tersebut sangat diperlukan otoritas pendidikan untuk mengevaluasi sistem dan pelaksanaan pendidikan yang sudah ada.Dengan kesulitan tersebut, dunia pendidikan nasional menjadi tidak dapat bergerak cepat merespon tuntutan keadaan yang semakin kompleks. Seluruh upaya baik untuk melakukan lompatan ke depan dalam pendidikan terkendala oleh kesulitan dalam mengoperasionalkan aspek afektif dan psikomotorik tersebut. ‘Salah satu kaki’ pendidikan seperti terbenam dalam ‘jebakan abadi’ itu.

‘Jebakan’ tersebut membuat sebagian sisi pendidikan masih berputar pada kecenderungannya yang mekanistis. Pada tingkat tertentu, pusaran kecenderungan ini telah ‘menurunkan kelas’ pendidikan dari upaya menumbuhkembangkan potensi anak didik menjadi sekadar sebuah opsi pekerjaan yang bahkan tidak seprestisius opsi pekerjaan lainnya. Bidang pendidikan tidak lagi menjadi incaran ‘anak-anak terbaik’ bangsa. Hal demikian semakin menurunkan posisi pendidikan dalam pembentukan karakter bangsa.

Beberapa pelaksana pendidikan berhasil keluar dari keadaan demikian melalui kreativitas dalam manajemen pendidikan, serta pemilihan dan pengembangan kualitas guru sebagai tokoh sentral bagi terwujudnya pendidikan berkualitas. Namun keberhasilan tersebut memerlukan biaya mahal serta baru terbukti pada beberapa lembaga pendidikan secara terbatas. Kreativitas demikian belum dapat diterapkan secara massal pada tingkat nasional.

Untuk dapat merumuskan sistem pendidikan yang tepat secara nasional bagi pembentukan karakter bangsa perlu lebih dahulu dilakukan kajian dasar. Kajian tersebut terutama menyangkut identifikasi karakter apa saja yang harus dimiliki bangsa yang dapat dibangun melalui sistem pendidikan formal melalui sekolah. Hasil identifikasi tersebut akan dapat menjadi pijakan bagi perumusan strategi yang tepat untuk mewujudkan sistem pendidikan yang efektif bagi pembentukan karakter bangsa.
Last Updated ( Monday, 03 December 2007 )

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images