Metode "Sepiring Nasi"

December 18, 2008

Menjelaskan ilmu sosial kepada anak-anak pada dasarnya harus disertai dengan contoh kongkrit yang bisa dimengerti oleh anak. Akan tetapi tidak semua materi ilmu sosial bisa dijelaskan dengan hal yang kongkrit. Sebagai kasus, baru-baru ini saya mendapat giliran unruk menjelaskan materi ilmu sosial tentang 'mahluk sosial' di kelas 3 SD.

Menjelaskan arti 'mahluk sosial' kepada anak kelas 3 SD anak sangat berbeda dengan menjelaskan kepada anak SMP atau SMA, sebab anak-anak SD masih berfikir kongkrit dan belum menganalisis.

Saya dituntut untuk mencari metoda terbaik untuk menjelaskan hal ini, dan akhirnya saya menemukan sebuah metoda yang sangat primitif..sepiring nasi.

Sepiring nasi yang biasa disantap oleh anak-anak pada saat istirahat telah memberi inspirasi bagi saya untuk menjelaskan masalah 'mahluk sosial' di kelas 3 SD

Saya mencoba mengurai apa saja yang ada dalam sepring nasi. Ada ikan, tahu, tempe, nasi, garam, sayuran, piring, garfu dan sendok. Lalu saya coba bertanya kepada anak-anak tentang siapa saja yang membuat dan menghasilkan barang-barang tersebut.

Anak-anak menjawab: nelayan, pembuat tahu, pembuat tempe, petani, petani garam, petani sayuran, pembuat piring, pembuat garfu dan pembuat sendok...ooo banyak sekali.

Saya mulai bertanya pada anak-anak, bagaimana seandainya tidak ada mereka? bisakah kita makan? bisakah kita menpersiapkan semua kebutuhan kita untuk makan? semua anak didikku menjawab "tidak!".

Dari metoda sepiring nasi, akhirnya aku bisa menjelaskan bahwa kita sebagai manusia tidak mungkin bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images