Bau tak Sedap dari Cologne

August 19, 2008

Sumber: Republika

Cologne umumnya diasosiasikan dengan wewangian. Tapi, nama Cologne, hari-hari ini, justru menebarkan aroma sebaliknya: pembusukan peradaban. Di Cologne, kota terbesar nomor empat di Jerman, akan diselenggarakan kongres anti-Islam! Kegiatan yang berbau kebencian rasial dan agama--seperti yang sebelumnya didemonstrasikan Geert Wilders lewat film Fitna dan Jyllands-Posten lewat karikatur Nabi Muhammad itu disesalkan banyak pihak. Karena, kebencian itu lagi-lagi disebarkan dengan dalih kebebasan berpendapat.

Acara bertajuk ''Anti-Islamization Congress'' itu akan digelar pada 19-20 September. Penyelenggaranya organisasi ekstrem kanan Jerman, Pro Koeln dan partai politiknya, Pro NRW. Tujuannya, sebagaimana dikutip dw-world, adalah mendeklarasikan perlawanan terhadap apa yang mereka sebut sebagai pengakuan 'Islamifikasi' di Eropa.Sialnya, Pro Koeln dan Pro NRW yang anggotanya banyak berafiliasi dengan kalangan neo-Nazi ini bukanlah kekuatan politik bawah tanah yang bisa menyuarakan apa saja. Kendati tak terkenal dan bukan kekuatan mainstream alias sempalan, mereka adalah kekuatan politik resmi. Sejak 2004 lalu, mereka mendapatkan lima kursi di Dewan Kota Cologne.

Sebelumnya, Pro Koeln dan Pro NRW juga memimpin penentangan pendirian masjid besar di Cologne. Cologne yang merupakan daerah asal pemain tim nasional Jerman, Lukas Podolski, ini merupakan rumah lebih dari 120 ribu Muslim.

Kegiatan yang diorganisasi oleh Pro Koeln dan Pro NRW itu mendapat sambutan sejumlah tokoh-tokoh rasis Eropa--yang mempunyai reputasi mengobarkan propaganda rasial di seantero Eropa. Antara lain, Jean-Marie Le Pen dari Prancis, Heinz-Christian Strache dari Austria, dan Filip Dewinter dari Belgia.

Organisasi Konferensi Islam (OKI) menyesalkan rencana penyelenggaraan kongres itu. OKI mengingatkan kongres itu membahayakan hubungan damai antaragama di Jerman, yang saat ini merupakan rumah dari 3,2 juta Muslim.

''Penyelenggara kegiatan itu termotivasi oleh kebencian rasial dan xenophobia. Kegiatan itu akan mengancam hubungan damai dan harmoni di dalam masyarakat, dan bisa membangkitkan kembali sentimen anti-Muslim di Eropa,'' demikian pernyataan resmi OKI dari markasnya di Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (9/8).

Xenophobia, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah perasaan benci, takut, waswas, terhadap orang atau sesuatu yang asing; ketaksukaan kepada yang serbaasing. OKI yang merupakan organisasi 57 negara Muslim itu meminta berbagai pihak di Jerman dan Eropa untuk mengambil langkah menentang para penganjur kebencian rasial dan agama itu, serta menolak kongres anti-Islam. Selama ini, karena kegiatan-kegiatannya yang mengeksploitasi masalah SARA itu, Pro Koeln kerap berada dalam pengawasan kantor intelijen setempat.

Berbagai pihak di Jerman pun telah menyatakan menentang para penganjur kebencian itu. Sejumlah organisasi politik telah meluncurkan sebuah situs web berisi kampanye untuk menentang propaganda berlatar belakang etnis dan agama terhadap pihak lain. Situsnya http:www.hingesetzt.mobi/cmsurging.Ralph Giordano, penulis Jerman, yang kerap mengkritisi Islam dan umat Islam, juga angkat bicara soal rencana penyelenggaraan kongres itu.

Menurut dia, protesnya selama ini terhadap gejala politik dan militansi Islam didasarkan pada keinginan untuk melindungi konstitusi dan hak-hak dasar, bukan xenophobia seperti yang jadi dasar tindakan Pro Koeln.

''Pro Koeln sama sekali tidak menginginkan demokrasi [dengan langkahnya menyelenggarakan kongres anti-Islam]. Saya akan mempertahankan setiap Muslim yang terkena pengaruh antiasing atau xenophobia,'' kata Giordano. Penulis berdarah Yahudi itu sebelumnya diminta oleh Pro Koeln dan Pro NRW untuk mendukung tindakannya.Kecaman atas rencana penyelenggaraan kongres anti-Islam mulai terdengar dari berbagai negara. Menteri Luar Negeri Malaysia, Rais Yatim, menilai kongres itu diselenggarakan untuk memprovokasi Islam dan dunia Muslim. ''Malaysia mengutuk keras kongres itu,'' katanya dalam konferensi pers di Lobi Parlemen Malaysia, awal pekan ini.

Rais menilai tak ada satu hal positif pun yang dapat dicapai dari penyelenggaraan kongres itu. Bahkan, kongres itu bisa memancing kekerasan dan kebencian. Mengingat konsekuensinya yang demikian berat, Rais meminta Pro Koeln membatalkan kegiatan itu.Pemerintah Malaysia sudah mengirim surat protes kepada Pemerintah Jerman, lewat Kedutaan Besar Jerman di Malaysia. ''Suka atau tidak, Pemerintah Jerman harus bertanggung jawab penuh atas penyelenggaraan kongres itu, meski diselenggarakan oleh sebuah LSM di Jerman,'' katanya.

Malaysia menekankan pentingnya usaha yang diambil Pemerintah Jerman untuk mempromosikan dialog antariman dan dialog untuk mencapai saling pengertian antaragama dan budaya. Menurut Rais, tidaklah pantas diberi toleransi bila kebencian dan kebohongan digaungkan atas nama kebebasan berpendapat. Juru Bicara Kepresidenan, Dino Patti Djalal, mengatakan Duta Besar RI di Jerman sudah meminta keterangan dari pemerintah Jerman tentang rencana penyelenggaraan kongres anti-Islam. Namun, Pemerintah Jerman juga belum mengetahuinya. ''Antarpemerintah masih mengecek rencana kongres itu,'' katanya kepada Republika, kemarin.

Bila kongres benar-benar digelar, Dino mengatakan pemerintah bakal mengajukan protes keras. Namun, pemerintah juga menyadari bahwa niat menggelar kongres itu hanya berasal dari kalangan minoritas di Eropa. Dalam diskursus politik dunia Barat sekarang, jelas Dino, dunia justru sedang mengarah pada dialog antarperadaban. ''Ini tren utamanya.''
Kepada umat Islam Indonesia, Dino meminta agar tidak terprovokasi. Menurutnya, kelompok kanan atau rasialis di Eropa yang sengaja menyelenggarakan kongres dengan tujuan untuk mengundang kontroversi dan konflik.

Pasalnya, kelompok-kelompok ini hanya bisa tumbuh dengan adanya kontroversi, konflik, dan kebencian. ''Ini yang ingin mereka ciptakan.''Dino mengimbau umat Islam memberikan penjelasan kepada siapa pun yang belum mengerti Islam. Umat Islam, kata dia, mesti menjelaskan bahwa Islam merupakan agama yang penuh kedamaian dan rahmat bagi semesta alam. n iol/dw-world/bernama/djo/run

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images