BER”TUHAN” PADA RAMALAN

April 22, 2008

Oleh : Iwan Gunawan

Terpaan hidup yang semakin berat dan turunnya nilai-nilai ketuhanan telah mendorong orang untuk mencari sandaran selain Allah. Krisis ekonomi yang terus berlanjut, yang ditandai dengan semakin mahalnya harga-harga barang, meningginya harga BBM. Merajalelanya korupsi di kalangan anggota wakil rakyat, hilangnya kepercayaan pada pemerintah, dan timbulnya sikap-sikap anarki mulai dari murid SMP, SMA, Mahasiswa hingga para pejabat telah memperpanjang daftar terpaan hidup yang harus ditanggung oleh sebagian besar warga Indoanesia.

Ditengah ‘kekacauan hidup’ muncullah para ‘pembela kebenaran’ yang bisa mengubah keadaan secara instant. Cobalah simak iklan-iklan di TV yang bermodalkan operator SMS menjanjikan perbaikan hidup dan antisipasinya. Ki Joko Bodo, Dedy Corbudzier, Mama Lorent dan masih banyak tokoh lain adalah para ‘pembela kebenaran’ instant.

Mengapa demikian? Karena mereka menjanjikan ‘perbaikan hidup’ melalui penerawangan dan ramalan di masa depan. Bukankah masa depan itu ghoib? Sedangkan kita hanya diberi pengetahuan tentang itu hanya sedikit? Betapa indahnya hidup ini, bila masa depan bisa dilihat oleh kita hari ini? Tukang Ramal pada saat ini telah menjadi ‘tuhan’ bagi sebagian orang…hal ini terbukti dari banyaknya SMS yang masuk ke saluran telepon ‘ramalan’ yang diiklankan di TV .
Menjamurnya para tukang ramal, telah memberi indikasi pada kita, bahwa masyarakat kita telah kehilangan ‘karakter baik’nya yang senantiasa mengandalkan kerja keras, selalu berusaha, berdoa, pantang menyerah.

Bukankah dulu para pahlawan juga membela Negara ini dengan peluh, air mata, perjuangan dan doa yang tiada henti? Tak ada satupun dari mereka yang mengandalkan dukun atau tukang ramal. Mohon maaf pahlawanku, masyarakatku belum bisa seperti engkau..masyarakatku masih dibuai harapan dan angan semu.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images