Kritik Pedas dari Suami

October 02, 2007

oleh: Ratna Megawangi

Bukan hal yang mudah untuk menyusun buku. Direktur Eksekutif Indonesia Heritage Foundation, Ratna Megawangi, merasakannya. Walau kompeten dalam bidang pendidikan, sesuai tema bukunya, Ratna tetap menerima kritik pedas dari kanan-kiri.

Salah satu kritik pedas datang dari Menneg BUMN Sofyan Djalil, sang suami. Ratna tak merinci isi kritik tersebut. Namun, bagi dia, ''Semua kritik dari suami justru memacu saya untuk membuat yang terbaik.'' Pemegang gelar doktor (PhD) dari Tufts University School ini berharap bukunya bisa bermanfaat untuk banyak orang.

Buku itu berjudul Semua Berakar pada Karakter. Acara peluncurannya berlangsung di Diamond Ballroom Hotel Nikko, Jakarta, Sabtu (19/5). Buku setebal 309 halaman ini merupakan kumpulan artikel dan tulisan Ratna yang sebagian besar pernah diterbitkan di surat kabar pada 2001-2005.

Penerbitan buku bersampul biru itu, menurut Ratna, tidak bisa dikatakan melalui jalan yang mulus-mulus saja. Kritik-kritik pedas adalah salah satu yang mewarnainya. Buku ini tidak bisa dilepaskan dari kondisi carut-marut bangsa Indonesia yang mulai kehilangan sifat-sifat kejujuran, toleransi, kerja sama (gotong-royong), dan rasa tanggung jawab.

''Di mana-mana yang terjadi adalah kekerasan dan konflik, sikap tidak toleransi, dan tidak mampu menjaga kebersihan. Inilah yang membuat bangsa ini dalam kondisi seperti sekarang ini,'' ujarnya.

Menurut Ratna, hal paling fundamental yang harus dilakukan bangsa ini adalah membangun karakter bangsa dimulai dari pendidikan karakter bagi anak-anak usia dini. ''Di tangan merekalah nasib bangsa ini di depan. Pendidikan holistik yang berbasis karakter sudah saatnya dilakukan untuk menyelamatkan bangsa ini.''

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images