KESEHATAN PRABAYAR

February 01, 2015

Oleh: Iwan Gunawan



                Mendengar istilah ‘prabayar’ tentulah konotasi kita langsung mengarah pada pulsa atau listrik prabayar, bayar dulu lalu silakan pakai. Akan tetapi istilah tersebut ternyata dipinjam juga untuk urusan kesehatan, walaupun berbeda penterjemahannya. Kalau pulsa dan listrik prabayar, kita membeli/membayar dan memakainya pada saat pulsa/listrik tersebut ada, sedangkan ‘kesehatan prabayar’ dibayar pada saat kita sehat dan dipakai pada saat kita sakit.
                Terlepas dari urusan istilah prabayar, manusia memang harus mempersiapkan semua hal yang mungkin bakal terjadi pada dirinya, termasuk masalah gangguan kesehatan. Tidak seorang pun tahu kapan musibah akan datang. Kadang kita tak kuasa mengelakkannya. Tapi kita punya pilihan untuk menyiapkannya sebelum musibah datang. Sedia payung sebelum hujan. Peribahasa ini tepat sekali menggambarkan kondisi ini. Salah satu persiapan itu adalah kita mempunyai asuransi kesehatan.
                Mungkin kita akan merasa kelabakan ketika pulsa prabayar handphone/listrik habis, dan kita akan merasa terburu-buru untuk mengisinya kembali. Akan tetapi hal ini tidak terjadi pada urusan kesehatan. Orang biasanya akan cuek dan tidak memperdulikannya. Kita baru akan tersadar akan pentingnya kesehatan setelah penyakit itu datang melanda. Apalagi kita sering melupakan sakit ketika ketika kesehatan itu datang, padahal Rosulullah Muhammad SAW pernah berkata “ingatlah lima perkara sebelum datang lima perkara 1) sehat sebelum sakit, 2) muda sebelum tua, 3) kaya sebelum miskin 4) lapang sebelum sempit, 5)  hidup sebelum mati”.  Hal ini mengindikasikan bahwa kita harus mempersiapkan semua hal yang baik sebelum datang hal yang buruk, dan asuransi kesehatan adalah satu jawaban dan upaya untuk mewujudkan hal tersebut.
                Tidak bisa dipungkiri, bahwa masyarakat kita belum begitu tertarik dan bahkan alergi terhadap yang namana ‘asuransi’. Akan tetapi alergi tersebut bisa disiasati oleh pemerintah dengan mengganti kata ‘asuransi’ dengan ‘BPJS kesehatan’, padahal intinya sama saja yaitu bayar premi. Usaha pemerintah ini terbukti efektif dengan begitu antusiasnya masyarakat Indonesia mendaftarkan diri menjadi anggota/peserta BPJS kesehatan.
                Masyarakat mulai sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dari awal sebelum datangnya sakit. Masyarakat mulai sadar bahwa biaya yang harus dikeluarkan untuk membiayai perawatan orang yang sakit cukup besar, dan belum tentu bisa dipenuhi pada saat orang tersebut mengalami sakit. Oleh sebab itu menyisihkan uang untuk membayar biaya ‘kesehatan prabayar’ adalah langkah strategis dan bijak yang bisa dilakukan oleh masyarakat kita pada saat ini.
                Banyaknya kasus penolakan pasien oleh rumah sakit yang diakibatkan oleh lambanya pelayanan rumah sakit, pada dasarnya disebabkan juga oleh pasien yang tidak bisa memberi jaminan awal pada rumah sakit berupa uang muka. Dengan mengikuti asuransi kesehatan, maka pasien setidaknya sudah punya ‘jaminan’ yang bisa dipercaya oleh rumah sakit, melalui premi yang sudah dibayarkan sebelumnya. Sehingga kasus-kasus seperti ini diharapkan tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.
               
                Usaha pemerintah untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang mudah, merata dan murah tampaknya akan segera terwujud jika masyarakat Indonesia punya kesadaran dari dalam dirinya untuk ikut serta dalam program jaminan kesehatan, apapun lembaga penyelenggaranya.
                Akan tetapi, apabila masyarakat sudah mengikuti program jaminan kesehatan, masyarakat diharapkan tidak menjadi ‘cengeng’ dalam hal kesehatannya. Jangan mentang-mentang sudah punya jaminan kesehatan, sebentar-bentar ke dokter, sebentar-sebentar minta rujukan ke rumah sakit. Masyarakat diharapkan tetap lebih waspada dalam menjaga kesehatannya, sebab walau bagaimanapun kesehatan itu tidak bisa dibeli dengan berapapun mahalnya premi jaminan kesehatan yang dibayarkan.
                Asuransi atau program jaminan kesehatan adalah upaya preventif dalam mempersiapkan biaya perawatan seseorang ketika sakit, sedangkan upaya preventif lain seperti menjaga kebersihan diri, rumah tinggal dan lingkungan sekitar agar tidak menjadi sakit tetaplah menjadi tanggung jawab kita sendiri. Oleh sebab itu, berlakukah bijak menggunakan program jaminan kesehatan (asuransi) yang diikuti. Keep healthy and keep smile in this world !

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images